Dunia Adalah Penjara Bagi Orang Mu’min dan Surga Bagi Orang Kafir | Eitas

Halo semuanya :D selamat datang di blog sederhana ini. Perkenalkan, nama saya Ihsan Fajar Ramadhan, biasanya saya dipanggil "san" jadi jika teman-teman mau berkomentar, saya sarankan jika bertanya katakan "san, ini gimana?" atau "san, itu apa?" biar lebih geregett akrab gitu XD

Di Blog ini Tersedia berbagai macam informasi, yg mudah-mudahan berguna. Mulai dari hal-hal yang berkaitan dengan internet, sampai ilmu-ilmu tentang agama Islam, xixixi.

Teman-teman pasti bingung, kenapa di slogannya "try to be more than sun", hayo.. kenapa coba?? Oke deh saya kasih tau, kalian tau matahari?? itu loh, bola cahaya yg bersinar di langit, bisa dikatakan matahari itu sumber kehidupan kita di bumi. Nah, trus apa hubungannya? ya, gx ada lah, cuman kan saya biasanya dipanggil "san" kalo dalam bahasa inggris kan "sun(san)=matahari" bener kan?? Emang sih kalo dipikir-pikir slogannya terlalu berlebihan, tapi maksud slogan itu adalah "saya ingin menjadi orang hebat". Gimana caranya? Entahlah, namun saya itu bukan ingin terkenal, tapi cuma ingin jadi orang hebat aja :3

Popular Posts

Dunia Adalah Penjara Bagi Orang Mu’min dan Surga Bagi Orang Kafir

Dunia Adalah Penjara Bagi Orang Mu’min dan Surga Bagi Orang Kafir

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda: “Dunia adalah penjara bagi seorang mu’min dan surga bagi seorang kafir.”[2]

Saudaraku seiman, hadits ini setidaknya memberikan kita dua faedah,



Faedah Pertama: Dunia di Mata Seorang Mu’min

Bahwa dunia yang ditempati seorang mu’min pada saat ini walaupun terhampar luas dihadapannya, tetapi dia bagaikan dipenjara. Bagaimana tidak, walaupun dia seorang yang kaya tetapi banyak hal yang tidak bisa dia nikmati melalui hartanya, misalnya dalam perkara-perkara yang dalam syari’at diharamkan. Dia terbelenggu aturan-aturan yang dibuat oleh Allah subhanahu wa ta’ala, yang disampaikan melalui rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena bagi seorang mu’min, dunia tiada lain adalah kesenangan yang memperdaya, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”[3]

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah, berkata: “Dunia seperti air yang tersisa di jari ketika jari tersebut dicelup di lautan sedangkan akhirat adalah air yang masih tersisa di lautan.”[4]



Faedah Kedua: Dunia di Mata Orang Kafir

Bahwa dunia yang ditempati oleh orang kafir pada saat ini adalah alam raya yang terhampar luas dan bisa dia nikmati dengan sebebas-bebasnya. Karena kebodohannya terhadap syari’at Islam dia dapat bertindak seenak hatinya, walaupun dia adalah orang yang miskin tetapi orang kafir tersebut merasa bebas dan tidak merasa terbebani dengan kewajiban-kewajiban dan larangan-larangan yang dibebankan kepada seseorang yang beriman. Dan ketika dia ditimpa kesusahan, dia tidaklah bersabar, melaikan dia merasa dunia telah disempitkan untuknya dan banyak kasus terjadi bunuh diri di kalangan  mereka karena mereka tertekan dengan musibah yang menimpa mereka.



Kekhawatiran Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa salam Terhadap Kaum Mu’minin

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda: “Demi Allah. Bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu. Sehingga hal itu membuat kalian menjadi binasa sebagaimana mereka dibinasakan olehnya.”[5]

Saudaraku kaum mu’minin rahimakumullah, sungguh Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa salam melalui hadits tadi memperingatkan kita agar tidak terpedaya dengan dunia dan fitnahnya. Terutama fitnah harta, tahta dan wanita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda: “Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah ta’ala menyerahkannya kepada kalian untuk diurusi kemudian Allah ingin melihat bagaimana sikap kalian terhadapnya. Maka berhati-hatilah dari fitnah dunia dan wanita.” (HR. Muslim)[6]

Sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa salam: “Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah, sedangkan fitnah ummatku adalah harta.”[7]

Karena itu bersikaplah engkau di dunia ini dengan pertengahan, antara berlebihan mengejar dunia agar kita tidak lalai beribadah. Karena biasanya berlebihan dalam urusan dunia akan melalaikan kita dalam mengingat Allah. Dan Allah subhanahu wa ta’ala pun berfirman: “Bermegah-megahan telah melalaikanmu.”[8]. Juga janganlah kita berlebihan dalam bersikap “zuhud” yang menyimpang, yang kebanyakan ajaran tersebut diajarkan oleh para kaum “sufi” yang bodoh terhadap ilmu syari’at. Karena itulah yang diajarakan oleh para salafush shalih.

Fudhail Bin Iyadh rahimahullah, berkata kepada Ibnu Mubarak, dia berkata: “Engkau memerintahkan kami untuk zuhud, sederhana dalam harta, hidup yang sepadan (tidak kurang tidak lebih). Namun kami melihat engkau memiliki banyak harta. Mengapa bisa begitu?”

Kemudian Ibnu Mubarak pun berkata: Wahai Abu ‘Ali (Fudhail bin ‘Iyadh). Sesungguhnya hidupku seperti ini hanya untuk menjaga wajahku dari ‘aib (meminta-minta). Juga aku bekerja untuk memuliakan kehormatanku. Aku pun bekerja agar bisa membantuku untuk taat pada Rabbku.”[9]



Jangan Bersedih Saudaraku! Inilah Dua Kunci Sukses Seorang Mu’min

Namun, wahai saudaraku seiman, janganlah engkau merasa sedih dengan terpenjaranya kita di dunia ini dan terbelenggunya “ambisi duniawi” kita untuk mengejar dunia. Karena apapun keadaan kita, baik kita dalam keadaan lapang ataupun sempit. Kaya maupun miskin, insya Allah, kita selalu berada dalam kebaikan dan keberuntungan. Karena Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:

“Sangat mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Dan hal itu tidak didapatkan kecuali pada diri orang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia bersyukur. Dan apabila dia mendapatkan kesusahan maka dia akan bersabar.”[10]

Dua kunci sukses dalam kehidupan seorang mu’min adalah syukur dan sabar. Itulah dua bekal yang dimiliki oleh seorang yang beriman dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Jika dapat mengamalkan keduanya, maka bereslah semua urusan. Sehingga seorang mu’min itu tidak pernah merasa tertekan dengan masalah dan terlalu senang jika mendapat sesuatu.

Jika keduanya sudah bermukim dalam hati kita, insya Allah, Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan surga bagi kita, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya.”[11]



Kita Hanya “Singgah” Lalu “Pulang” Kembali

Saudaraku seiman, pada hakikatnya kita hanyalah singgah di dunia yang fana ini. Kita tidak akan lama hidup dunia. Kehidupan kekal abadi hanyalah di surga sana. Oleh karena itu, bergembiralah wahai hati-hati yang bersedih.

Karena, Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja bersabda: “Ada apa antara aku dengan dunia ini? Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara/penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian dia beristirahat sejenak di sana lalu meninggalkannya.”[12]

Dan tiada lain bekal kita kembali adalah hati yang bersih (bertauhid) bukanlah harta benda, prestise, dan keturunan kita. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (bertauhid).”[13]

Posted by ihsan fajar ramadhan, Published at 15.10 and have 0 comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kebijakan Privasi

1. Hak cipta template
Template Blogger ini BerLisensi di bawah Atribusi Creative Commons 3.0 . Untuk lebih detail tentang Lisensi ini, anda dapat mengunjungi URL berikut : http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/
2. bagaimana saya menggunakan komentar anda ?
2.1. Untuk mempersonalisasi pengalaman Anda
(komentar Anda membantu saya untuk lebih merespon kebutuhan pribadi Anda)
2.2. Untuk memperbaiki situs web saya
(saya terus berupaya untuk meningkatkan penawaran website saya berdasarkan komentar dan umpan balik yang saya terima dari Anda)
2.3. Untuk meningkatkan layanan pelanggan
(komentar Anda membantu saya untuk lebih efektif menanggapi permintaan layanan pelanggan dan kebutuhan dukungan)
3. Peraturan Copy-Paste
3.1. Dilarang Memperjual belikan konten dari blog ini
3.2. Dilarang mengambil konten dari blog ini tanpa menyertakan credits
4. Apakah saya menggunakan cookies?
ya(Cookie adalah file kecil dari situs atau penyedia layanan transfer untuk hard drive komputer Anda melalui browser Web Anda (jika Anda mengizinkan) yang memungkinkan situs atau penyedia layanan sistem untuk mengenali browser Anda lalu menangkap dan mengingat informasi tertentu.)
5. Childrens Online Privacy Protection Act Compliance
saya telah sesuai dengan persyaratan COPPA (Childrens Privasi Online Protection Act), saya mengumpulkan informasi untuk siapapun di bawah usia 13 tahun.
6. Hubungi saya
Jika ada pertanyaan tentang kebijakan privasi Anda dapat menghubungi saya dengan menggunakan informasi di bawah ini.

-Indonesia
-ihsanfajarramadhan5@gmail.com
-https://www.facebook.com/contactBi3

Privacy Policy

1. Template Copyright
This template is licensed under the Creative Commons Attribution 3.0 License. For more specific details about the license, you may visit the URL below: http://creativecommons.org/licenses/by-nd/3.0
2. What do I use your comment for?
2.1. To personalize your experience
(your comment helps me to better respond to your individual needs)
2.2. To improve our website
(I continually strive to improve our website offerings based on the comment and feedback I receive from you)
2.3 To improve customer service
(your comment helps me to more effectively respond to your customer service requests and support needs)
3. Copy-Paste rules
3.1. Forbidden to Sell or trader content from this blog
3.2. Forbidden to take content from this blog without publish credits from this blog
4. Do I use cookies?
Yes (Cookies are small files that a site or its service provider transfers to your computers hard drive through your Web browser (if you allow) that enables the sites or service providers systems to recognize your browser and capture and remember certain information.)
5. Childrens Online Privacy Protection Act Compliance
I are in compliance with the requirements of COPPA (Childrens Online Privacy Protection Act), I collect any information for anyone under 13 years of age.
6. Contacting Me

-Indonesia
-ihsanfajarramadhan5@gmail.com
-https://www.facebook.com/contactBi3
EnglishIndonesian
saya setuju dan mengertii agree and understand

Shop